Ada Tips Menabung dalam Seminggu Nih, Coba Yuk!

cara-menghemat-uang-belanja
Cara Menghemat Uang Belanja

Tips menabung lumayan sering disepelekan oleh kebanyakan orang dengan alasan gampang. Tapi pada akhirnya gagal terus dan malah gak bisa makan di akhir bulan.

Nah, mumpung masih di tengah bulan, ayo atur pengeluaran kamu dengan baik biar uang kamu nambah terus setiap hari.

Tak perlu lama lagi, berikut adalah tips menabung yang bisa kamu lakukan dalam seminggu.

Hari ke-1: Ketahui kebiasaan burukmu

Di hari pertama, kamu harus mengetahui kebiasaan burukmu menghabiskan uang. Apakah kamu doyan jajan atau mungkin kamu termasuk orang yang “lapar mata” saat belanja?

Dengan mengetahuinya, maka kamu dapat mulai mencari solusi untuk masalah tersebut.

Hari ke-2: Merekap pengeluaranmu di bulan terakhir

Tidak sedikit orang yang tidak memiliki catatan pemasukan dan pengeluaran di setiap bulan. Jadi tidak heran kalau mereka sama sekali ga tahu kemana duitnya pergi. Tiba-tiba udah habis aja bahkan sebelum akhir bulan.

Untuk tidak mengalami hal itu terus menerus, kamu perlu mencatat pengeluaran secara rinci. Sebagai awalnya, luangkan waktumu beberapa saat untuk mencatat pengeluaran di bulan terakhir.

Hari ke-3: Menekan biaya

Kamu pernah menyadari kalau setiap bulannya kamu mengeluarkan uang untuk hal yang gak terlalu dibutuhin? Parahnya lagi, bahkan pengeluaran itu tidak kecil jumlahnya.

Kamu bisa lho menghemat biaya dari hal-hal kecil. Contohnya, kamu berlangganan TV kabel padahal kenyataannya kamu tidak pernah menonton TV. Kalau seperti itu, lebih baik hentikan saja biaya langganan secepat mungkin.

Hari ke-4: Ubah kebiasaanmu

Tips menabung berikutnya adalah dengan mencari tahu apa yang jadi pengeluaran rutinmu atau kebiasaanmu yang tanpa disadari bikin kantong jebol.

Contohnya, kamu pecinta kopi yang setiap hari harus membeli segelas kopi hangat di kafe langganan. Tapi sadarkah kamu berapa banyak uang yang sudah habiskan buat itu doang?

Hari ke-5: Tetap konsisten

Bisa dibilang menabung itu seperti maraton. Garis finish-nya akan terlihat jauh sampai kamu tergoda untuk berhenti di tengah jalan karena lelah. Tapi jika sudah melewati, rasanya pasti menyenangkan sekali.

Hari ke-6: Tahan godaan

Setelah selama beberapa hari berhemat, terkadang kamu ingin melakukan hal yang dapat menguras isi dompet, misalkan nongkrong di mall bersama teman-teman. Kamu harus tahan untuk tidak ikut.

Hari ke-7: Hitung hasilnya

Yeay! Udah seminggu menabung dan ekstra ikat pinggang. Waktunya menghitung hasil yang didapatkan. Kamu juga bolehmemberikan penghargaan untuk dirimu sendiri karena sudah berhasil menahan diri dalam satu minggu.

3 Cara Mengatur Keuangan Anak Kos

cara-menghemat-uang-belanja
Cara Menghemat Uang Belanja

Mengatur keuangan sangat penting untuk masa depan finansial setiap orang. Tidak terkecuali, untuk kamu yang sekarang berstatus sebagai anak kos.

Mengatur keuangan untuk anak kos perlu dilakukan agar tetap bisa mencukupi kebutuhan di setiap bulan. Jika tidak mengelola keuangan dengan baik, tidak jarang akan membuat anak kos mengalami masalah keuangan di akhir bulan.

Berikut adalah cara mengatur keuangan anak kos yang bisa kamu coba:

Mengatur dengan Prinsip 50-30-20

Berbicara untuk mengatur keuangan secara umum, maka prinsip 50-30-20 pas untuk diterapkan dalam pengelolaan keuangan anak kos. Kalau 50-nya itu kita pakai untuk hal-hal yang menyangkut dengan kebutuhan pokok (Needs). Lalu yang 30 untuk Wants (senang-senang), dan yang 20 persen untuk ditabung

Mencatat Semua Pengeluaran

Setelah melakukan pengelolaan keuangan dengan prinsip 50-30-20, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan ialah mencatat semua kebutuhan dan pengeluaranmu selama sebulan. 

Selain itu, usahakan untuk belanja kebutuhan satu bulan, daripada harus membeli kebutuhan berkali-kali. Berbelanjalah di toko yang bisa menyediakan kebutuhan dengan harga yang sangat miring. Langkah ini akan membantumu menghemat.

Memasak Sendiri

Langkah menghemat lainnya yang bisa kamu lakukan sebagai anak kos ialah memasak makanan sendiri, tapi ini dapat dilakukan jika kos yang ditinggali memiliki fasilitas dapur.

Masaklah nasi sendiri, dan memasak makanan sederhana. Ini akan membantu meminimalisir pengeluaranmu untuk membeli makan.

Misalnya, dalam 1x makan kita mengeluarkan biaya Rp15.000, jika sehari makan 3x maka selama sehari mengeluarkan uang Rp45.000 untuk makan. 

Jika Anda memasak sendiri, mungkin akan lebih murah dengan uang sebesar Rp20.000 sudah dapat memasak untuk makan selama sehari.

Cuci Baju Sendiri

Langkah hemat lainnya yang dapat kamu lakukan ialah mencuci pakaian sendiri. Meski banyak jasa laundry, baik yang kiloan maupun eksklusif buka di sekitar kosan, mencuci baju sendiri justru membuatmu bisa lebih menghemat pengeluaran. 

Biaya yang dikeluarkan untuk laundry dapat kamu alokasikan untuk membeli detergen yang dapat digunakan beberapa kali cuci.

Contohnya, ongkos laundry kiloan Rp6.000, kamu mencuci pakaian selama seminggu rata-rata 5 kilogram. Maka, Rp6.000×5 kg = Rp30.000×4 minggu= Rp120.000.

Inilah Keuntungan dan Kerugian Belanja Online yang Harus Kamu Ketahui!

cara-menghemat-uang-belanja
Cara Menghemat Uang Belanja

Siapa sih yang gak suka belanja online? Ada beberapa dampak positif dan negatif dari belanja online yang wajib kamu ketahui. Penasaran? Berikut ulasannya!

Kelebihan belanja online

Ada beberapa kelebihan yang ditawarkan dari online shop dibandingkan dengan offline yaitu:

1. Praktis dan efisien

Hal pertama yang membuat belanja online itu terasa begitu nagih adalah kepraktisannya untuk dijalankan. Kamu tak butuh hal ribet selain smartphone aja untuk melakukan kebiasaan yang satu ini.

Biasanya belanja di internet dilakukan saat mengisi waktu kosong seperti ketika naik kendaraan umum, menunggu teman dan juga beristirahat di kasur rumah.

Selain praktis, online shop juga menawarkan efisiensi waktu yang sangat cepat. Gak sampai 5 menit pun kamu udah bisa melakukan transaksi dan tinggal menunggu barangnya sampai ke rumah.

2. Hampir semua produk yang diinginkan ada

Kamu pasti pernah merasa kesal pergi ke suatu tempat dan gagal menemukan barang yang dicari, kan? Kejadian kaya gitu kemungkinan kecil terjadi jika kamu berbelanja di media sosial. Sebab kamu cukup mencari dan melihat apakah produk yang dicari dijual apa gak.

Bisa dibilang hampir setiap produk yang dijual di pasaran offline bisa kamu cari di jual beli online. Bahkan rumah atau mobil sekalipun sekarang banyak diiklankan di internet.

Kerugian belanja online

1.  Menjadi konsumerisme

Kekurangan yang utama dari belanja online adalah kebiasaan ini bisa memupuk rasa konsumerisme yang muncul dalam diri sendiri. Karena kemudahan yang diberikan oleh online shopping.

Seringkali tanpa disadari kamu berbelanja produk-produk yang sebenarnya bukan kebutuhan melainkan hanya keinginan semata.

2. Gak bisa melihat barangnya secara langsung

Kerugian berikutnya yang bisa kamu rasakan jika membeli produk secara online adalah tidak bisa melihat barang secara langsung seperti di retail. Hal ini dapat meningkatkan risiko barang yang kamu beli cacat atau rusak ketika sampai di rumah.

3 Cara Menghemat Uang Bulanan dengan Mudah

cara-menghemat-uang-belanja
Cara Menghemat Uang Belanja

Cara menghemat uang memang bisa dibilang susah-susah gampang. Kalau dibilang susah, banyak orang berhasil menekan pengeluaran. Tapi jika disebut gampang, nyatanya ada banyak orang yang gagal berkali-kali dalam menyisihkan uang untuk berhemat.

Semuanya memang akan kembali lagi ke pribadi setiap orang. Intinya, harus memiliki tujuan finansial agar bisa mengatur keuangan dengan baik.

Maka dari itu, kami ingin membagikan beberapa cara menghemat uang bulanan yang mudah dan bisa bikin kantongmu selalu tebal. Yuk, simak 3 caranya di bawah ini:

1. Membuat anggaran

Cara pertama yang dapat kamu lakukan untuk menghemat uang adalah, membuat anggaran bulanan yang jelas.

Misalnya, apa saja pengeluaran pasif yang pasti kamu keluarkan setiap bulan. Seperti bayar cicilan mobil atau bayar listrik dan air untuk bantu orang rumah.

Setelah anggaran sudah ditetapkan, baru bisa fokus dengan sisa uang kamu untuk memenuhi kebutuhan yang lain. Salah satunya, pergi umrah.

Dengan anggaran bulanan yang ketat, kamu akan ikut terfokus dalam menjalankan perencanaan keuangan yang telah dianggarkan hingga akhirnya berhasil menghemat pengeluaran bulanan.

Walaupun begitu, perlu diingat kalau membuat anggaran jangan dilebihkan atau dikurangkan nominalnya. Tujuannya, agar tujuanmu dapat tercapai.

2. Langsung sisihkan pendapatan

Jika sudah membuat anggaran bulanan, hal selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah langsung menyisihkan penghasilan saat gajian.

Dengan ini, kamu jadi tidak punya alasan untuk menunda mengeluarkan uang untuk pos-pos yang sudah ditentukan.

Pasalnya, tak sedikit orang langsung merasa ‘tajir’ saat gajian. Ada yang langsung berbelanja baju atau bahkan mentraktir makan teman-teman. Ujung-ujungnya keuanganmu pun jadi amburadul. Kalau kamu terus boros, jangan heran jika masa depanmu bakal suram.

Bukan pelit, tapi lebih berhemat demi masa depan yang lebih baik. Setuju?

3. Catat setiap pengeluaran

Sudah berusaha menghemat pengeluaran tapi kok uang masih habis saja. Nah, itulah pentingnya kamu mencatat setiap uang yang sudah dikeluarkan.

Dengan demikian, kamu jadi mengetahui kemana keluarnya uang-uang kamu dan bisa lebih menekan pengeluaran yang gak penting.

Karena itu, mulai sekarang siapkan buku kecil dan catat setiap uang yang keluar dari kantong dan rekening kamu. Kalau diperlukan, buat seperti jurnal agar lebih mudah dibacanya di akhir bulan.

3 Cara Mengatur Keuangan Efektif untuk Karyawan

cara-menghemat-uang-belanja
Cara Menghemat Uang Belanja

Ada berbagai cara mengatur keuangan pribadi yang dinilai cukup efektif. Namun, gak semuanya dapat mengaplikasikan cara ini karena satu dan lain hal.

Kata “mengatur keuangan” sering kali kita tafsirkan sebagai aktivitas yang cukup menekan gaya hidup. Bisa jadi jawabannya memang benar, tapi bukan berarti kamu sama sekali gak boleh piknik atau membeli sesuatu yang kamu mau lho.

Di kesempatan kali ini, kami mau membocorkan beberapa cara mengatur keuangan bulanan yang pas untuk karyawan kantoran atau yang baru menerima gaji pertama. 

1. Sistem amplop

Rencana mengatur keuangan menggunakan amplop memang sedikit jadul. Tapi, walaupun jadul, ini merupakan cara yang paling gampang di antara yang lain.

Pertama, kamu perlu membuat budgeting rutin tiap bulan. Buatlah kategori, seperti halnya pengeluaran makan, transportasi, dan belanja mingguan. 

Lalu pisahkan uang pada tiap amplop dengan label pengeluaran yang sudah dibuat. Metode ini akan “memaksa” kamu untuk irit-irit uang yang sudah dialokasikan.

2. Sistem 50/20/30

Cara mengatur keuangan 50/20/30 berasal dari salah satu Senator di DPR Amerika Serikat. Di adalah Elizabeth Warren.

Metode ini juga terbilang cukup ringkas dan sederhana. Kamu hanya perlu menyediakan tiga pos keuangan saja. So, gak perlu pusing-pusing.

50 dapat diartikan sebagai 50 persen dari penghasilan setiap bualan dialokasikan untuk kebutuhan pokok. Misalnya seperti biaya makan, sewa kos-kosan, belanja bulanan, dan lainnya.

Sementara itu, 20 persen untuk tabungan dan investasi. Jangan pernah mengambil uang 20 persen yang ini, kalau memang ingin mendapatkan banyak uang di masa depan.

Dan 30 persen sisanya digunakan untuk hiburan. Gimana menurutmu? Apakah cara ini cukup pas untuk kamu terapkan? 

3. Sistem zero bujeting

Cara mengatur keuangan dengan sistem zero bujeting memang terdengar sedikit aneh. Intinya, ketika kamu menerima gaji bulananmu, kamu justru harus “menghabiskannya.”

Pertama, jumlahkan pengeluaran rutinmu setiap bulan. Misalnya seperti biaya makan, sewa kos, cicilan motor, bayar asuransi, transfer orangtua, dan lainnya, termasuk juga bujet nonton, traveling, dan biaya lifestyle lainnya.

Setelah semuanya dijumlahkan, coba hitung selisih total pendapatan dan pengeluaranmu. Jika ada sisanya, segera “habiskan” saat itu juga.

4 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga untuk Pasangan yang Baru

cara-menghemat-uang-belanja
Cara Menghemat Uang Belanja

Untuk pasangan suami istri baru, mengatur keuangan rumah tangga tentu menjadi hal yang seharusnya dihadapi. Pasalnya, dalam membina rumah tangga tentu berbeda dengan saat masih lajang, perlu penyesuaian cara dalam mengatur keuangan.

Lantas, bagaimana caranya mengatur rencana keuangan bersama pasangan? Yuk, simak tipsnya

Diskusikan Prioritas dan Tujuan Bersama

Sebelum menyusun anggaran keuangan bersama, hal pertama yang harus kamu dan pasangan lakukan adalah menentukan prioritas serta tujuan dalam keuangan yang diinginkan.

Mulai dari kebutuhan primer yang penting seperti sandang, pangan, papan, dan aneka tagihan seperti listrik, air, internet, hingga rencana jangka panjang seperti menabung untuk bisa beli mobil, rumah, kebutuhan anak hingga rencana investasi.

Susun Rencana Keuangan Bersama Pasangan

Setelah memliki pemahaman yang sama dan satu persepsi tentang prioritas dan tujuan hidup, saatnya menyusun anggaran keuangan bersama pasangan.

Berapa jumlah penghasilan, apa saja pengeluaran  yang perlu dilakukan, dan apa saja yang kalian butuhkan. Catat semua dalam rencana keuangan, lalu hitung selisihnya untuk tahu sisa penghasilan yang bisa digunakan sebagai tabungan dan investasi.

Kamu dapat menerapkan formula 50-30-20 dalam menganggarkan keuangan rumah tangga. 50 persen untuk kebutuhan rumah tangga yang primer, 30 persen untuk kebutuhan hiburan bersama pasangan, dan 20 persen untuk kebutuhan tabungan, investasi, atau cicilan.

Buka Satu Rekening Bersama untuk Keperluan Rumah Tangga

Untuk kamu dan pasangan pekerja yang mendapat penghasilan masing-masing, sebaiknya buat satu rekening bersama yang khusus diperuntukkan bagi keperluan rumah tangga.

Sesuai dengan kesepakatan yang ditentukan, berapa persen dari penghasilanmu dan pasangan yang dikeluarkan untuk keperluan rumah tangga dan pindahkan ke rekening tersebut.

Dengan demikian, kedua belah pihak sama-sama bisa mengontrol arus pengeluaran dan sistem keuangan akan jadi lebih terpusat dan rapi.

Siapkan Tabungan, Investasi, dan Asuransi

Walaupun belum berumah tangga, tabungan, investasi, dan asuransi sudah bersifat krusial. Hal itu juga berlaku untuk kamu yang sudah menikah.

Saat sudah berumah tangga, artinya tidak lagi hanya memikirkan diri sendiri saja yang perlu dijamin dan mendapat proteksi. Proteksi juga dibutuhkan untuk pasangan dan anak-anak.

Nah, kalau kamu belum bisa fokus pada tabungan, investasi, dan asuransi saat masih lajang, kini saatnya melakukan hal itu setelah menikah. Hal ini harus direncanakan, agar tujuan hidup jangka panjangmu dan pasangan dapat terlaksana dengan baik.

3 Cara Mengatur Keuangan Pribadi Setelah Libur Panjang!

cara-menghemat-uang-belanja
Cara Menghemat Uang Belanja

Mengatur keuangan pribadi memang seharusnya segera dilakukan saat mulai memasuki awal tahun. Faktanya, momen Tahun Baru memang dapat menguras kantong, terutama untuk kamu yang sedang berlibur ke luar kota atau luar negeri.

Berikut adalah lima cara mengatur keuangan pribadi setelah liburan Tahun Baru yang bisa kamu terapkan:

1. Evaluasi Pengeluaran

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk memulihkan kembali keuangan yang tidak teratur adalah melakukan evaluasi pengeluaran. Catatlah segala bentuk pengeluaran selama liburan Tahun Baru, termasuk uang kecil untuk bayar parkir.

Bisa dibilang, detail itu lebih baik. Kamu juga perlu mengetahui seberapa besar pengeluaranmu, baik untuk kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier.

Tujuannya, untuk mengetahui berapa total uang yang sudah kamu habiskan sebagai target pemulihan keuanganmu dalam satu bulan ke depan.

Selain itu, kamu juga bisa membandingkan dengan sisa uang yang dimiliki sekarang biar ada bayangan seberapa besar dana yang dapat digunakan selanjutnya.

2. Dahulukan Membayar Utang

Saat liburan, seringkali kita memilih berutang untuk beberapa pengeluaran. Misalnya, menggunakan Traveloka PayLater untuk membeli tiket pesawat biar bisa dicicil setiap bulan.

Jangan lupa juga mencatat berapa uang yang harus kamu anggarkan untuk membayar utang. Faktanya, hidup penuh dengan tanggungan utang itu sangat tidak enak.

Usahakan hindari membayar utang lewat dari jatuh tempo agar uang kamu keluarkan tidak semakin besar.

3. Harus Paham Antara Kebutuhan dan Keinginan

Tanpa disadari, banyak orang masih gagal membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Hal tersebutlah yang dapat membuat mereka akhirnya terlilit utang dan tersiksa dengan urusan utang piutang setiap bulan.

Agar tidak nyebur ke lubang hitam tersebut, dan tak membuat keuanganmu berantakan usai liburan Tahun Baru, kamu harus memahami betul antara kebutuhan dan keinginan.

Bahkan, jika ada beberapa kebutuhan yang bisa tekan atau dihemat, harus banget kamu jalankan. Misalnya, membeli sampo atau sabun mandi kemasan refill.

Ingat, meski hanya menghemat beberapa ratus rupiah tetap saja penghematan dan percaya atau gak hal itu ternyata bisa memengaruhi kehidupanmu di masa depan.

3 Tips Penggalangan Dana Untuk Amal Secara Cepat

uang-elektronik
Uang Elektronik

Sekarang ini, untuk melakukan penggalangan dana sudah banyak caranya, salah satunya adalah crowdfunding. Metode ini kalau di Indonesia biasanya digunakan untuk menggalang dana proyek kemanusiaan, seperti membantu korban bencana, maupun proyek-proyek amal lainnya. 

Walaupun terlihat sederhana, penggalangan dana melalui crowdfunding tidak semudah yang dibayangkan. Karena gak semua orang dengan mudahnya menggelontorkan dana untuk hal yang mereka sendiri tidak tahu. Oleh karenanya, perlu dilakukan beberapa trik-trik yang harus dilakukan si pihak inisiator proyek. 

1. Tentukan proyek yang benar-benar membutuhkan bantuan banyak orang

Pertama, tentu kamu diharuskan untuk menentukan proyek apa yang akan ditaruh ke platform crowdfunding. Karena tujuannya amal, carilah proyek yang benar-benar membutuhkan bantuan orang banyak. 

Misalnya, penggalangan dana untuk membelikan baju baru bagi korban bencana alam di suatu daerah, bisa juga untuk memperbaiki beberapa sekolah yang rusak di daerah pedalaman Indonesia, atau apapun yang memang benar-benar membutuhkan biaya super besar. 

Contoh proyek yang tidak seharusnya mendapatkan bantuan dana misalnya, buka puasa bersama anak yatim di RT 01, atau membelikan sepatu baru bagi pengemis di Komplek Sukamaju.

2. Buatlah cerita yang jujur dan menyentuh

Kalau kamu mempunyai proyek amal dan berencana melakukan penggalangan dana melalui crowdfunding, buatlah cerita yang cukup menyentuh. Buatlah mulai dari latar belakang kenapa kamu menjalankan proyek ini, kemudian sasarannya, dan kondisi sesungguhnya. Buatlah sedramatis mungkin demi menarik emosi dan simpati orang-orang.

Meski dramatisasi, tapi kamu harus jujur dan jangan bohong. Sertakan foto-foto atau progres proyekmu agar lebih meyakinkan. Misalnya pengumpulan dana itu dilakukan untuk pembangunan sekolah rusak, sertakan pula foto-foto kerusakannya di dalam deskripsi ceritamu. 

3. Tetapkan target dana yang realistis 

Di situs-situs crowdfunding seperti Kitabisa.com, pihak inisiator diminta untuk mencantumkan jumlah target penggalangan dana yang dibutuhkan. Supaya lebih meyakinkan, tuliskan dana yang dibutuhkan secara realistis dan sesuai dengan besaran proyek.

Contohnya kamu pengin membelikan buku tulis untuk anak-anak jalanan di Jakarta Timur. Kan gak mungkin kalau kamu tulis besarannya Rp 2 miliar, paling hanya sampai Rp 100 juta paling mentok.

Jika kamu menetapkan dananya saja sudah sangat tidak rasional, orang-orang juga bakal malas menyisihkan dananya untuk proyekmu. 

4 Tips Belanja Hemat Pakai Kartu Kredit Jelang Lebaran

uang-elektronik
Uang Elektronik

Peningkatan konsumsi selalu mengakibatkan meningkatnya intensistas belanja dibandingkan dengan di hari-hari biasa. Apalagi jika telah memiliki kartu dengan limit yang besar.

Pengguna mungkin akan merasa dana dalam limit kartu kredit bisa menambal kebutuhan jelang hari raya. Namun harus diingat bahwa ada tagihan di tiap bulannya yang harus dibayarkan bila menggunakan kartu kredit.

1. Perhatikan Kondisi Finansial

Sebelum terperangkap dengan banyaknya lilitan tagihan kartu kredit setiap bulan. Ada baiknya memperhatikan kondisi finansial dalam beberapa bulan terkahir, hal ini penting guna mengetahui kemampuan finansial apakah sudah bijak atau malah boros menggunakan anggaran.

Dengan memerhatikan kondisi finansial juga bisa mengukur kemampuan daya beli menjelang hari raya. Selain juga menentukan skala prioritas dalam menggunakan dana dengan bijak.

2. Jangan Tarik Tunai Dengan Kartu Kredit

Saat ini beberapa bank penyedia kredit telah mengeluarkan fasilitas penarikan dana secara tunai layaknya kartu debit. Akan tetapi hal ini perlu dihindari agar pengeluaran tidak membengkak jelang hari raya.

Sebab, penarikan dana tunai dengan kredit akan dikenakan biaya tambahan. Dengan adnaya biaya tambahan inilah yang membuat pengeluaran akan semakin membesar jika dilakukan secara berulang-ulang.

3. Perhatikan Promo dan Program Cashback

Saat ini program promosi berupa potongan harga hingga cashback gencar dilakukan jelang lebaran. Sebaiknya sebelum terjebak dengan promosi abal-abal ini sebaiknya lebih teliti dan cermat dalam memperhatikan syarat dan ketentuan promosi.

Bisa saja promo tersebut membuat kita semakin bernafsu untuk berbelanja dengan banyak secara tidak sadar. Berakibat pada pengeluaran yang membengkak.

4. Bayar Tagihan Tepat Waktu

Pemilik kredit tentu memiliki kewajiban membayarkan tagihan di tiap bulan atas penggunaan pengeluaran setiap bulannya.

Bijaknya bayarkan tagihan setiap bulan tepat waktu agar tidak menunggak dan mendapatkan pinalti denda yang terus meningkat jika tidak dibayarkan.

Saat momen lebaran tentu menjadi waktu yang sangat padat, mudik ke kampung halaman, silaturahmi kepada orang tua. Selain kerabat, dan saudara, hingga liburan, dengan kesibukan yang begitu padat ada baiknya jangan lupa dengan kewajiban membayar tagihan kartu kredit setiap bulan.

4 Cara Mengelola Keuangan Usai Lebaran

uang-elektronik
Uang Elektronik

Mengelola keuangan setelah musim Lebaran usai jadi PR tersendiri. Pasalnya, bulan Ramadan dan Lebaran yang berbarengan dengan libur anak sekolah bisa membuat saldo kian menipis.

Dengan momen bersamaan itu, seseorang bisa menjadi sangat boros saat Lebaran. Membeli baju untuk keluarga, memberi “dalam tempel”, belanja oleh-oleh saat mudik, hingga makan-makan dengan keluarga besar.

Buak kamu yang sedang mengalami hal yang sama, Financial Planner Metta Anggriani memberikan tips jitunya. Apa saja? Berikut pemaparannya :

Utamakan kebutuhan wajib

Dengan meningkatnya pengeluaran, ada baiknya mendahulukan kebutuhan wajib seperti zakat dan salam tempel untuk kerabat, baru kemudian disusul kebutuhan pokok selama Ramadan dan Lebaran. Mengelola keuangan dengan cara ini cukup efektif untuk penghematan sementara.

Manfaatkan diskon

Bila dibandingkan hari biasa, kebutuhan pokok biasanya mengalami kenaikan harga. Maka dari itu, personal finance dari Anggriani & Partners tersebut menghimbau memprioritaskan kebutuhan pokok sebagai yang terpenting.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan tersebut, wanita 41 tahun itupun menyarankan untuk memanfaatkan diskon.

Tetap sisihkan uang THR untuk ditabung

Meski pengeluaran lebih besar, bukan berarti berhenti menabung. Kamu tetap harus menyisakan sebagian uang THR untuk ditabung.

Kegiatan menabung ini bukan hanya soal jumlah uangnya, melainkan konsistensi menabungnya yang lebih penting. Lebih baik lagi, jika kebiasaan menabung ini berlanjut setelah Lebaran dari gajian bulanan.

Konsisten setelah Lebaran

Menurut Metta, berpuasa selama sebulan penuh, tentu ada nilai-nilai yang bisa dipelajari. Yaitu ikhlas, sabar, disiplin waktu, seimbang, dan hidup sederhana. Nilai-nilai baik tersebut juga dapat diterapkan dalam mengelola keuangan.

Disiplin waktu misalnya, dalam manajemen keuangan berarti kita harus disiplin melunasi cicilan dan utang sebelum jatuh tempo.

Seimbang berarti mampu mengatur cashflow uang masuk dan keluar. Namun, bukan berarti jadi kelewat hemat dan enggan berbagi. Tetap harus seimbang antara porsi untuk diri sendiri, keluarga, orang sekitar, dan masa depan.

Nilai lain yang bisa diterapkan adalah, hidup sederhana. Yaitu belajar untuk tidak konsumtif serta dapat membedakan mana kebutuhan dan keinginan.

Itulah cara bijak mengelola keuangan usai libur Lebaran. Semoga informasi tadi bermanfaat ya!