3 Tips Penggalangan Dana Untuk Amal Secara Cepat

uang-elektronik
Uang Elektronik

Sekarang ini, untuk melakukan penggalangan dana sudah banyak caranya, salah satunya adalah crowdfunding. Metode ini kalau di Indonesia biasanya digunakan untuk menggalang dana proyek kemanusiaan, seperti membantu korban bencana, maupun proyek-proyek amal lainnya. 

Walaupun terlihat sederhana, penggalangan dana melalui crowdfunding tidak semudah yang dibayangkan. Karena gak semua orang dengan mudahnya menggelontorkan dana untuk hal yang mereka sendiri tidak tahu. Oleh karenanya, perlu dilakukan beberapa trik-trik yang harus dilakukan si pihak inisiator proyek. 

1. Tentukan proyek yang benar-benar membutuhkan bantuan banyak orang

Pertama, tentu kamu diharuskan untuk menentukan proyek apa yang akan ditaruh ke platform crowdfunding. Karena tujuannya amal, carilah proyek yang benar-benar membutuhkan bantuan orang banyak. 

Misalnya, penggalangan dana untuk membelikan baju baru bagi korban bencana alam di suatu daerah, bisa juga untuk memperbaiki beberapa sekolah yang rusak di daerah pedalaman Indonesia, atau apapun yang memang benar-benar membutuhkan biaya super besar. 

Contoh proyek yang tidak seharusnya mendapatkan bantuan dana misalnya, buka puasa bersama anak yatim di RT 01, atau membelikan sepatu baru bagi pengemis di Komplek Sukamaju.

2. Buatlah cerita yang jujur dan menyentuh

Kalau kamu mempunyai proyek amal dan berencana melakukan penggalangan dana melalui crowdfunding, buatlah cerita yang cukup menyentuh. Buatlah mulai dari latar belakang kenapa kamu menjalankan proyek ini, kemudian sasarannya, dan kondisi sesungguhnya. Buatlah sedramatis mungkin demi menarik emosi dan simpati orang-orang.

Meski dramatisasi, tapi kamu harus jujur dan jangan bohong. Sertakan foto-foto atau progres proyekmu agar lebih meyakinkan. Misalnya pengumpulan dana itu dilakukan untuk pembangunan sekolah rusak, sertakan pula foto-foto kerusakannya di dalam deskripsi ceritamu. 

3. Tetapkan target dana yang realistis 

Di situs-situs crowdfunding seperti Kitabisa.com, pihak inisiator diminta untuk mencantumkan jumlah target penggalangan dana yang dibutuhkan. Supaya lebih meyakinkan, tuliskan dana yang dibutuhkan secara realistis dan sesuai dengan besaran proyek.

Contohnya kamu pengin membelikan buku tulis untuk anak-anak jalanan di Jakarta Timur. Kan gak mungkin kalau kamu tulis besarannya Rp 2 miliar, paling hanya sampai Rp 100 juta paling mentok.

Jika kamu menetapkan dananya saja sudah sangat tidak rasional, orang-orang juga bakal malas menyisihkan dananya untuk proyekmu. 

4 Tips Belanja Hemat Pakai Kartu Kredit Jelang Lebaran

uang-elektronik
Uang Elektronik

Peningkatan konsumsi selalu mengakibatkan meningkatnya intensistas belanja dibandingkan dengan di hari-hari biasa. Apalagi jika telah memiliki kartu dengan limit yang besar.

Pengguna mungkin akan merasa dana dalam limit kartu kredit bisa menambal kebutuhan jelang hari raya. Namun harus diingat bahwa ada tagihan di tiap bulannya yang harus dibayarkan bila menggunakan kartu kredit.

1. Perhatikan Kondisi Finansial

Sebelum terperangkap dengan banyaknya lilitan tagihan kartu kredit setiap bulan. Ada baiknya memperhatikan kondisi finansial dalam beberapa bulan terkahir, hal ini penting guna mengetahui kemampuan finansial apakah sudah bijak atau malah boros menggunakan anggaran.

Dengan memerhatikan kondisi finansial juga bisa mengukur kemampuan daya beli menjelang hari raya. Selain juga menentukan skala prioritas dalam menggunakan dana dengan bijak.

2. Jangan Tarik Tunai Dengan Kartu Kredit

Saat ini beberapa bank penyedia kredit telah mengeluarkan fasilitas penarikan dana secara tunai layaknya kartu debit. Akan tetapi hal ini perlu dihindari agar pengeluaran tidak membengkak jelang hari raya.

Sebab, penarikan dana tunai dengan kredit akan dikenakan biaya tambahan. Dengan adnaya biaya tambahan inilah yang membuat pengeluaran akan semakin membesar jika dilakukan secara berulang-ulang.

3. Perhatikan Promo dan Program Cashback

Saat ini program promosi berupa potongan harga hingga cashback gencar dilakukan jelang lebaran. Sebaiknya sebelum terjebak dengan promosi abal-abal ini sebaiknya lebih teliti dan cermat dalam memperhatikan syarat dan ketentuan promosi.

Bisa saja promo tersebut membuat kita semakin bernafsu untuk berbelanja dengan banyak secara tidak sadar. Berakibat pada pengeluaran yang membengkak.

4. Bayar Tagihan Tepat Waktu

Pemilik kredit tentu memiliki kewajiban membayarkan tagihan di tiap bulan atas penggunaan pengeluaran setiap bulannya.

Bijaknya bayarkan tagihan setiap bulan tepat waktu agar tidak menunggak dan mendapatkan pinalti denda yang terus meningkat jika tidak dibayarkan.

Saat momen lebaran tentu menjadi waktu yang sangat padat, mudik ke kampung halaman, silaturahmi kepada orang tua. Selain kerabat, dan saudara, hingga liburan, dengan kesibukan yang begitu padat ada baiknya jangan lupa dengan kewajiban membayar tagihan kartu kredit setiap bulan.

4 Cara Mengelola Keuangan Usai Lebaran

uang-elektronik
Uang Elektronik

Mengelola keuangan setelah musim Lebaran usai jadi PR tersendiri. Pasalnya, bulan Ramadan dan Lebaran yang berbarengan dengan libur anak sekolah bisa membuat saldo kian menipis.

Dengan momen bersamaan itu, seseorang bisa menjadi sangat boros saat Lebaran. Membeli baju untuk keluarga, memberi “dalam tempel”, belanja oleh-oleh saat mudik, hingga makan-makan dengan keluarga besar.

Buak kamu yang sedang mengalami hal yang sama, Financial Planner Metta Anggriani memberikan tips jitunya. Apa saja? Berikut pemaparannya :

Utamakan kebutuhan wajib

Dengan meningkatnya pengeluaran, ada baiknya mendahulukan kebutuhan wajib seperti zakat dan salam tempel untuk kerabat, baru kemudian disusul kebutuhan pokok selama Ramadan dan Lebaran. Mengelola keuangan dengan cara ini cukup efektif untuk penghematan sementara.

Manfaatkan diskon

Bila dibandingkan hari biasa, kebutuhan pokok biasanya mengalami kenaikan harga. Maka dari itu, personal finance dari Anggriani & Partners tersebut menghimbau memprioritaskan kebutuhan pokok sebagai yang terpenting.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan tersebut, wanita 41 tahun itupun menyarankan untuk memanfaatkan diskon.

Tetap sisihkan uang THR untuk ditabung

Meski pengeluaran lebih besar, bukan berarti berhenti menabung. Kamu tetap harus menyisakan sebagian uang THR untuk ditabung.

Kegiatan menabung ini bukan hanya soal jumlah uangnya, melainkan konsistensi menabungnya yang lebih penting. Lebih baik lagi, jika kebiasaan menabung ini berlanjut setelah Lebaran dari gajian bulanan.

Konsisten setelah Lebaran

Menurut Metta, berpuasa selama sebulan penuh, tentu ada nilai-nilai yang bisa dipelajari. Yaitu ikhlas, sabar, disiplin waktu, seimbang, dan hidup sederhana. Nilai-nilai baik tersebut juga dapat diterapkan dalam mengelola keuangan.

Disiplin waktu misalnya, dalam manajemen keuangan berarti kita harus disiplin melunasi cicilan dan utang sebelum jatuh tempo.

Seimbang berarti mampu mengatur cashflow uang masuk dan keluar. Namun, bukan berarti jadi kelewat hemat dan enggan berbagi. Tetap harus seimbang antara porsi untuk diri sendiri, keluarga, orang sekitar, dan masa depan.

Nilai lain yang bisa diterapkan adalah, hidup sederhana. Yaitu belajar untuk tidak konsumtif serta dapat membedakan mana kebutuhan dan keinginan.

Itulah cara bijak mengelola keuangan usai libur Lebaran. Semoga informasi tadi bermanfaat ya!

3 Cara Hemat dan Aman Atur Belanja Online Lebaran

uang-elektronik
Uang Elektronik

Momen Ramadan hingga Idul Fitri menjadi waktu paling banyak promo di situs belanja online atau e-commerce. Hal ini disebabkan oleh intensitas dan minat konsumen yang meningkat seiring dengan kebutuhan lebaran yang juga bertambah.

Tradisi masyarakat Indonesia yang menyambut lebaran dengan penuh suka cita, menjadi ciri khas setiap tahun jika tren belanja masyarakat meningkat tajam.

Namun, dengan banyaknya promo dari berbagai situs e-commerce, ada baiknya konsumen lebih bijak saat belanja online, jangan sampai karena mengikuti promo e-commerce finansial menjadi terbebani.

1. Tentukan Barang Prioritas

Jika belanja online menjadi pilihan dikala kebutuhan lebaran meningkat, maka yang harus dilakukan adalah menentukan skala prioritas barang yang akan dibeli secara online.

Hitung dengan cermat mulai dari harga barang, biaya ongkos kirim, hingga jangka waktu pengiriman,

jangan sampai paket atau barang yang dipesan untuk hari raya, baru tiba setelah Lebaran karena jasa pengiriman atau ekspedisi mengalami overload pengiriman.

Dengan menentukan prioritas tersebut, nafsu belanja online bisa dikontrol dengan baik, agar tidak membelibarang yang memang tidak diperlukan atau hanya mengikuti kemauan saja.

2. Jangan Terjebak Promo

Promosi belanja online menjelang hari-hari besar keagamaan tentu akan semakin masif, namun ada baiknya memperhatikan promo diskon atau cashback dari perusahaan e-commerce.

Jangan membeli barang berdasarkan promosi tapi membeli berdasarkan kebutuhan bukan keinginan atau karena potongan harga yang tinggi.

Bandingkan produk yang akan dibeli dengan membuka berbagai situs e-commerce. Cara ini memungkinkan kamu bisa mendapatkan harga terbaik dari barang yang akan dibeli dan tentunya bis alebih terjangkau oleh kantong.

Tapi tetaplah hati-hati agar tidak terjebak mendapat harga murah tapi kualitas murahan.

3. Pilih Penjual atau Merchant Terpercaya

Jangan mudah tergiur dengan harga murah dengan iming-iming yang menggiurkan pembeli, dalam membeli barang secara online tentu kecermatan dan ketelitian diperlukan, bukan hanya melihat dari sisi harga yang miring.

Perhatikan juga track record dan rating penjualan dari merchant dengan itu dapat terhindar dari praktik penipuan. Walaupun e-commerce memiliki tingkat fitur keamanan yang tinggi bagi pembeli, namun ketelitian dan hati-hati menjadi kunci utama.

3 Produk Perbankan Ini Paling Banyak Digunakan Orang!

uang-elektronik
Uang Elektronik

Bank tidak hanya menawarkan fasilitas menyimpan pundi-pundi hartamu dengan aman, tapi juga memberikan berbagai produk perbankan dengan beragam manfaat.

Secara harfiah, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk lainnya guna meningkatkan taraf hidup rakyat.

Selain aman, kamu juga gak repot jika menyimpan uang di bank. Kebayang gak sih kalau kamu harus bawa uang segepok ke mana-mana? Yang ada, was-was terus karena takut dirampok!

Dari sekian banyak produk perbankan, ada beberapa produk yang paling digunakan banyak orang. Apa saja? Berikut, tiga di antaranya:

1. Tabungan

Tabungan menjadi salah satu produk perbankan terfavorit dan paling banyak digunakan masyarakat untuk menyimpan uang dengan aman.

Tabungan juga tak hanya terdiri dari satu produk saja, tapi juga sudah banyak jenisnya. Mulai dari tabungan rencana, tabungan haji, tabungan berjangka, dan lainnya.

2. Kredit

Selain produk tabungan, kartu kredit juga menjadi salah satu produk perbankan yang  laris digunakan oleh masyarakat. 

Pasalnya, produk yang satu ini sangat membantu masyarakat yang ingin membeli sesuatu atau membutuhkan uang dalam jumlah besar dan dapat dibayar dalam jangka waktu tertentu.

Syarat & ketentuan mengenai produk kredit bank bahkan sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998.

3. Deposito

Deposito tetap menjadi primadona yang banyak dipilih orang sebagai investasi. Terutama, bagi para ibu rumah tangga yang masih takut berinvestasi saham maupun reksa dana.

Deposito merupakan salah satu contoh produk simpanan perbankan yang memiliki jangka waktu penyimpanan. Selain itu, bunga yang ditawarkan deposito relatif lebih tinggi ketimbang tabungan biasa. Namun, ada penaliti jika kamu mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.

Umumnya, orang memilih deposito untuk mengamankan uangnya karena takut terpakai. Lagipula, kalau disimpan di tabungan biasa, selain berisiko bisa terpakai juga akan terpotong biaya administrasi bulanan. Dengan deposito, uang kamu juga akan semakin bertambah meski bunganya tak terlalu besar.

Itulah tiga produk perbankan yang paling digunakan masyarakat saat ini. Produk bank apa yang kamu gunakan?

Lakukan 3 Cara Hidup Hemat ini Agar Masa Tuamu Nyaman dan Bahagia

uang-elektronik
Uang Elektronik

Cara hidup hemat memang harus diterapkan oleh setiap orang sejak usia dini. Tujuannya, agar di masa tua nanti kamu dapat hidup nyaman dan tentu saja mencapai kebebasan finansial alias freedom money.

Untuk itu, yuk terapkan tiga cara hidup hemat ini agar masa tuamu bahagia. Bagaimana caranya? Langsung simak aja di bawah ini:

1. Menggunakan teori 50/20/30

Teori 50/20/30 merupakan sebuah teori yang dipopulerkan oleh seorang pakar keuangan sekaligus profesor asal Harvard, Amerika Serikat yaitu Elizabeth Warren.

Teori tersebut menyarankan kamu untuk membagi penghasilan ke tiga pos yaitu:

Jadi untuk gaya hidup kamu hanya memiliki bujet 30 persen dari penghasilan. Misalnya, gaji per bulanmu Rp 10 juta. Maka Rp 3 juta merupakan dana maksimal yang bisa kamu gunakan untuk belanja, nongkrong hingga jalan-jalan.

Dengan begitu, kamu tetap bisa gaul tapi urusan investasi dan menabung terus berjalan. Asik dan gak memberatkan bukan?

2. Membuat daftar kebutuhan

Ingat ya, kebutuhan bukan keinginan. Kalau keinginan tentu banyak sekali yang bakal kamu beli. Tapi ujung-ujungnya, uang keburu ludes. Karena itu, kamu perlu membuat daftar kebutuhan dan kalau bisa juga menekan pengeluarannya.

Gimana caranya?

Langkah pertama, kamu perlu mengecek apa saja barang yang sudah dan akan habis. Tak lupa untuk menuliskan juga perkiraan harga untuk barang-barang tersebut.

Nah, kalau sekiranya ada barang yang bisa diisi ulang. Gak perlu beli baru. Karena lumayan banget kamu jadi bisa menghemat beberapa ribu rupiah.

Setuju kan beda selisih harga ratusan rupiah tetap saja namanya penghematan yang nantinya bisa kamu alokasikan ke pengeluaran yang lain.

3. Hindari kartu kredit, gunakan uang tunai

Sering dengar kasus orang jual harta benda karena terlilit utang? Nah, masalah itu terjadi karena mereka menggunakan kartu kredit untuk hal-hal yang tidak penting.

Misalnya membayar tagihan makanan bareng sama teman-teman dengan berhutang. Uangnya bukan dialihkan ke tempat yang aman untuk membayar tagihan kartu kredit tapi malah untuk beli jajanan lagi. Itu bukan hal terbaik dalam cara hidup hemat.

Ujung-ujungnya kaget saat datang tagihan karena utang lebih besar dibanding penghasilanmu. Gak ada pilihan lain, kamu hanya mampu bayar minimum payment. Kejadian tersebut terus berulang hingga akhirnya kamu terjerat utang.

4 Tips Jitu Membeli Rumah untuk Kamu yang Berkantong Pas-pasan

uang-elektronik
Uang Elektronik

Dari sekian banyak impian generasi milenial pasti ada yang pengin membeli rumah sendiri. Selain bisa lebih mandiri, impian tersebut juga bisa menjadi tanda kesuksesan mereka yang udah banting tulang bekerja dari pagi sampai malam. 

Bukan karena gajinya gede, melainkan karena mereka bisa mengelola segala kebutuhan secara cepat dan tepat. Penasaran gimana caranya membeli murah?

Yuk, ketahui langsung tips jitu membeli rumah untuk kamu para milenial yang punya uang terbatas di sini:

1.  Menabung dan berinvestasi

Syarat paling penting bagi generasi milenial yang pengin beli rumah dengan bujet pas-pasan adalah menabung serta bernvestasi. Sebetulnya, tips ini juga berlaku buat siapapun yang pengin kaya raya.

Pasalnya, sebesar apapun pendapatan kamu bila gak ada dana yang dialokasikan untuk kedua hal ini bakal terbuang secara sia-sia. Entah itu untuk belanja, hiburan ataupun menjalankan hobi. 

2.  Maksimalkan fasilitas KPR jangka panjang

Dari dulu pasti kita mengenal tentang fasilitas Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang disediakan beberapa bank Tanah Air untuk membeli rumah. Ada baiknya kamu memanfaatkan layanan itu sebagai cara mencicil rumah kalau belum punya cukup uang.

Biasanya pihak bank bakal memberikan durasi cicilan yang lumayan panjang mulai dari 20 hingga 30 tahun untuk kamu yang berusia muda.

Program tersebut emang dibuat untuk membantu masyarakat Indonesia yang memiliki pemasukan yang terbilang gak terlalu besar.

3.Manfaatkan membeli rumah baru sebagai kontrakan

Kalau kamu mengalami kesulitan selama mencicil rumah bisa mencoba mengontrakkannya kepada orang lain. Jadi gak perlu dihuni langsung, kamu bisa menggunakan rumah yang udah ada untuk tinggal sementara.

Sedangkan uang cicilan yang didapat dari kontrakan digunakan untuk menutup kekurangan cicilan tersebut. Enaknya lagi sih, kalau ada lebih, bisa buat uang jajan tambahan kamu.

4.  Meriset harga sebelum membeli rumah

Bukan cuma riset sebelum beli barang online saja, kamu juga wajib mengetahui harga pasaran rumah yang berada di lokasi tempat tinggal kamu nantinya.

Tujuannya, agar kamu gak rugi ataupun ketipu sama harga beli hunian tersebut. Gak sedikit orang zaman sekarang yang pernah mengalami kejadian serupa lho!

Karena itu, sebelum menandatangani kontrak perjanjian kamu harus melakukan survei terlebih dahulu.