3 Cara Mengatur Keuangan Efektif untuk Karyawan

cara-menghemat-uang-belanja
Cara Menghemat Uang Belanja

Ada berbagai cara mengatur keuangan pribadi yang dinilai cukup efektif. Namun, gak semuanya dapat mengaplikasikan cara ini karena satu dan lain hal.

Kata “mengatur keuangan” sering kali kita tafsirkan sebagai aktivitas yang cukup menekan gaya hidup. Bisa jadi jawabannya memang benar, tapi bukan berarti kamu sama sekali gak boleh piknik atau membeli sesuatu yang kamu mau lho.

Di kesempatan kali ini, kami mau membocorkan beberapa cara mengatur keuangan bulanan yang pas untuk karyawan kantoran atau yang baru menerima gaji pertama. 

1. Sistem amplop

Rencana mengatur keuangan menggunakan amplop memang sedikit jadul. Tapi, walaupun jadul, ini merupakan cara yang paling gampang di antara yang lain.

Pertama, kamu perlu membuat budgeting rutin tiap bulan. Buatlah kategori, seperti halnya pengeluaran makan, transportasi, dan belanja mingguan. 

Lalu pisahkan uang pada tiap amplop dengan label pengeluaran yang sudah dibuat. Metode ini akan “memaksa” kamu untuk irit-irit uang yang sudah dialokasikan.

2. Sistem 50/20/30

Cara mengatur keuangan 50/20/30 berasal dari salah satu Senator di DPR Amerika Serikat. Di adalah Elizabeth Warren.

Metode ini juga terbilang cukup ringkas dan sederhana. Kamu hanya perlu menyediakan tiga pos keuangan saja. So, gak perlu pusing-pusing.

50 dapat diartikan sebagai 50 persen dari penghasilan setiap bualan dialokasikan untuk kebutuhan pokok. Misalnya seperti biaya makan, sewa kos-kosan, belanja bulanan, dan lainnya.

Sementara itu, 20 persen untuk tabungan dan investasi. Jangan pernah mengambil uang 20 persen yang ini, kalau memang ingin mendapatkan banyak uang di masa depan.

Dan 30 persen sisanya digunakan untuk hiburan. Gimana menurutmu? Apakah cara ini cukup pas untuk kamu terapkan? 

3. Sistem zero bujeting

Cara mengatur keuangan dengan sistem zero bujeting memang terdengar sedikit aneh. Intinya, ketika kamu menerima gaji bulananmu, kamu justru harus “menghabiskannya.”

Pertama, jumlahkan pengeluaran rutinmu setiap bulan. Misalnya seperti biaya makan, sewa kos, cicilan motor, bayar asuransi, transfer orangtua, dan lainnya, termasuk juga bujet nonton, traveling, dan biaya lifestyle lainnya.

Setelah semuanya dijumlahkan, coba hitung selisih total pendapatan dan pengeluaranmu. Jika ada sisanya, segera “habiskan” saat itu juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *