3 Kiat Memilih Asuransi Jiwa untuk Pemula

transfer-uang-lewat-alfamart
Transfer Uang Lewat Alfamart

Asuransi jiwa adalah jenis asuransi yang akan memberikan perlindungan kepada individu ataupun keluarga dari kerugian finansial akibat risiko kematian, cacat seumur hidup, hingga sudah tidak bisa produktif lagi.

Untuk memilih asuransi jiwa yang paling baik, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Berikut ulasannya !

1. Sesuaikan premi dengan kemampuan finansial

Premi merupakan anggaran yang harus Anda keluarkan setiap bulan untuk membayar asuransi. Pembayaran premi bisa dilakukan dalam jangka waktu yang berbeda yaitu bulanan, tiga bulanan atau kuartalan, enam bulanan atau tahunan.

Yang pasti, sesuaikan jumlah premi dengan anggaran bulananmu. Cocoknya, alokasi dana untuk membayar asuransi jiwa adalah 10-20 persen dari jumlah pendapatan bulanan. Jadi, kalau pendapatan bulananmu adalah Rp 10 juta, maka Anda bisa mengambil premi maksimal Rp 1 juta per bulan.

2. Ketahui besaran uang pertanggungan

Namanya juga asuransi jiwa, pastinya akan ada uang pertanggungan yang harus diberikan. Ini adalah nilai yang akan dibayarkan pihak asuransi kepada Anda atau ahli waris Anda. Besarnya uang ini sangat bergantung pada premi yang dibayarkan. Semakin tinggi premi yang dibayarkan, maka semakin tinggi juga uang pertanggungan yang diberikan.

Namun ada juga premi yang tinggi, tapi uang pertanggungannya sangat kecil. Hal ini biasanya terjadi karena manfaat uang premi dibagi menjadi dua, yakni untuk tabungan atau investasi seperti pada jenis asuransi jiwa dwiguna dan asuransi jiwa unit link.

3. Perhatikan track record perusahaan asuransi

Saat memilih perusahaan asuransi, pilihlah yang mempunyai kredibilitas tinggi. Hal ini bisa Anda lihat dari track record perusahaan itu. Apakah ada penghargaan tertentu yang diberikan selama beberapa tahun belakangan? Adanya penghargaan bisa menjadi indikasi kalau perusahaan tersebut memiliki track record yang bagus di mata masyarakat.

Selain itu, pastikan perusahaan tersebut juga diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan memiliki tingkat modal minimum berbasis risiko atau RBC (Risk Based Capital) yang sesuai ketentuan. Pilihlah perusahaan yang memiliki RBC tinggi di atas ketentuan minimal.

Contohnya, perusahaan tersebut  harus memiliki RBC sebesar 120 persen. Jika perusahaan yang dipilih memiliki RBC 300 persen, berarti dana dan asset perusahaan asuransi tersebut cukup kuat hingga tiga kali dari ketentuan yang disyaratkan. RBC sebesar 300 persen itu artinya perusahaan dapat membayar klaim tiga kali lebih besar jika asuransi harus membayar klaim kepada semua nasabah dalam satu waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *