4 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga untuk Pasangan yang Baru

cara-menghemat-uang-belanja
Cara Menghemat Uang Belanja

Untuk pasangan suami istri baru, mengatur keuangan rumah tangga tentu menjadi hal yang seharusnya dihadapi. Pasalnya, dalam membina rumah tangga tentu berbeda dengan saat masih lajang, perlu penyesuaian cara dalam mengatur keuangan.

Lantas, bagaimana caranya mengatur rencana keuangan bersama pasangan? Yuk, simak tipsnya

Diskusikan Prioritas dan Tujuan Bersama

Sebelum menyusun anggaran keuangan bersama, hal pertama yang harus kamu dan pasangan lakukan adalah menentukan prioritas serta tujuan dalam keuangan yang diinginkan.

Mulai dari kebutuhan primer yang penting seperti sandang, pangan, papan, dan aneka tagihan seperti listrik, air, internet, hingga rencana jangka panjang seperti menabung untuk bisa beli mobil, rumah, kebutuhan anak hingga rencana investasi.

Susun Rencana Keuangan Bersama Pasangan

Setelah memliki pemahaman yang sama dan satu persepsi tentang prioritas dan tujuan hidup, saatnya menyusun anggaran keuangan bersama pasangan.

Berapa jumlah penghasilan, apa saja pengeluaran  yang perlu dilakukan, dan apa saja yang kalian butuhkan. Catat semua dalam rencana keuangan, lalu hitung selisihnya untuk tahu sisa penghasilan yang bisa digunakan sebagai tabungan dan investasi.

Kamu dapat menerapkan formula 50-30-20 dalam menganggarkan keuangan rumah tangga. 50 persen untuk kebutuhan rumah tangga yang primer, 30 persen untuk kebutuhan hiburan bersama pasangan, dan 20 persen untuk kebutuhan tabungan, investasi, atau cicilan.

Buka Satu Rekening Bersama untuk Keperluan Rumah Tangga

Untuk kamu dan pasangan pekerja yang mendapat penghasilan masing-masing, sebaiknya buat satu rekening bersama yang khusus diperuntukkan bagi keperluan rumah tangga.

Sesuai dengan kesepakatan yang ditentukan, berapa persen dari penghasilanmu dan pasangan yang dikeluarkan untuk keperluan rumah tangga dan pindahkan ke rekening tersebut.

Dengan demikian, kedua belah pihak sama-sama bisa mengontrol arus pengeluaran dan sistem keuangan akan jadi lebih terpusat dan rapi.

Siapkan Tabungan, Investasi, dan Asuransi

Walaupun belum berumah tangga, tabungan, investasi, dan asuransi sudah bersifat krusial. Hal itu juga berlaku untuk kamu yang sudah menikah.

Saat sudah berumah tangga, artinya tidak lagi hanya memikirkan diri sendiri saja yang perlu dijamin dan mendapat proteksi. Proteksi juga dibutuhkan untuk pasangan dan anak-anak.

Nah, kalau kamu belum bisa fokus pada tabungan, investasi, dan asuransi saat masih lajang, kini saatnya melakukan hal itu setelah menikah. Hal ini harus direncanakan, agar tujuan hidup jangka panjangmu dan pasangan dapat terlaksana dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *