3 Cara Hemat dan Aman Atur Belanja Online Lebaran

uang-elektronik
Uang Elektronik

Momen Ramadan hingga Idul Fitri menjadi waktu paling banyak promo di situs belanja online atau e-commerce. Hal ini disebabkan oleh intensitas dan minat konsumen yang meningkat seiring dengan kebutuhan lebaran yang juga bertambah.

Tradisi masyarakat Indonesia yang menyambut lebaran dengan penuh suka cita, menjadi ciri khas setiap tahun jika tren belanja masyarakat meningkat tajam.

Namun, dengan banyaknya promo dari berbagai situs e-commerce, ada baiknya konsumen lebih bijak saat belanja online, jangan sampai karena mengikuti promo e-commerce finansial menjadi terbebani.

1. Tentukan Barang Prioritas

Jika belanja online menjadi pilihan dikala kebutuhan lebaran meningkat, maka yang harus dilakukan adalah menentukan skala prioritas barang yang akan dibeli secara online.

Hitung dengan cermat mulai dari harga barang, biaya ongkos kirim, hingga jangka waktu pengiriman,

jangan sampai paket atau barang yang dipesan untuk hari raya, baru tiba setelah Lebaran karena jasa pengiriman atau ekspedisi mengalami overload pengiriman.

Dengan menentukan prioritas tersebut, nafsu belanja online bisa dikontrol dengan baik, agar tidak membelibarang yang memang tidak diperlukan atau hanya mengikuti kemauan saja.

2. Jangan Terjebak Promo

Promosi belanja online menjelang hari-hari besar keagamaan tentu akan semakin masif, namun ada baiknya memperhatikan promo diskon atau cashback dari perusahaan e-commerce.

Jangan membeli barang berdasarkan promosi tapi membeli berdasarkan kebutuhan bukan keinginan atau karena potongan harga yang tinggi.

Bandingkan produk yang akan dibeli dengan membuka berbagai situs e-commerce. Cara ini memungkinkan kamu bisa mendapatkan harga terbaik dari barang yang akan dibeli dan tentunya bis alebih terjangkau oleh kantong.

Tapi tetaplah hati-hati agar tidak terjebak mendapat harga murah tapi kualitas murahan.

3. Pilih Penjual atau Merchant Terpercaya

Jangan mudah tergiur dengan harga murah dengan iming-iming yang menggiurkan pembeli, dalam membeli barang secara online tentu kecermatan dan ketelitian diperlukan, bukan hanya melihat dari sisi harga yang miring.

Perhatikan juga track record dan rating penjualan dari merchant dengan itu dapat terhindar dari praktik penipuan. Walaupun e-commerce memiliki tingkat fitur keamanan yang tinggi bagi pembeli, namun ketelitian dan hati-hati menjadi kunci utama.

3 Produk Perbankan Ini Paling Banyak Digunakan Orang!

uang-elektronik
Uang Elektronik

Bank tidak hanya menawarkan fasilitas menyimpan pundi-pundi hartamu dengan aman, tapi juga memberikan berbagai produk perbankan dengan beragam manfaat.

Secara harfiah, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk lainnya guna meningkatkan taraf hidup rakyat.

Selain aman, kamu juga gak repot jika menyimpan uang di bank. Kebayang gak sih kalau kamu harus bawa uang segepok ke mana-mana? Yang ada, was-was terus karena takut dirampok!

Dari sekian banyak produk perbankan, ada beberapa produk yang paling digunakan banyak orang. Apa saja? Berikut, tiga di antaranya:

1. Tabungan

Tabungan menjadi salah satu produk perbankan terfavorit dan paling banyak digunakan masyarakat untuk menyimpan uang dengan aman.

Tabungan juga tak hanya terdiri dari satu produk saja, tapi juga sudah banyak jenisnya. Mulai dari tabungan rencana, tabungan haji, tabungan berjangka, dan lainnya.

2. Kredit

Selain produk tabungan, kartu kredit juga menjadi salah satu produk perbankan yang  laris digunakan oleh masyarakat. 

Pasalnya, produk yang satu ini sangat membantu masyarakat yang ingin membeli sesuatu atau membutuhkan uang dalam jumlah besar dan dapat dibayar dalam jangka waktu tertentu.

Syarat & ketentuan mengenai produk kredit bank bahkan sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998.

3. Deposito

Deposito tetap menjadi primadona yang banyak dipilih orang sebagai investasi. Terutama, bagi para ibu rumah tangga yang masih takut berinvestasi saham maupun reksa dana.

Deposito merupakan salah satu contoh produk simpanan perbankan yang memiliki jangka waktu penyimpanan. Selain itu, bunga yang ditawarkan deposito relatif lebih tinggi ketimbang tabungan biasa. Namun, ada penaliti jika kamu mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.

Umumnya, orang memilih deposito untuk mengamankan uangnya karena takut terpakai. Lagipula, kalau disimpan di tabungan biasa, selain berisiko bisa terpakai juga akan terpotong biaya administrasi bulanan. Dengan deposito, uang kamu juga akan semakin bertambah meski bunganya tak terlalu besar.

Itulah tiga produk perbankan yang paling digunakan masyarakat saat ini. Produk bank apa yang kamu gunakan?

Lakukan 3 Cara Hidup Hemat ini Agar Masa Tuamu Nyaman dan Bahagia

uang-elektronik
Uang Elektronik

Cara hidup hemat memang harus diterapkan oleh setiap orang sejak usia dini. Tujuannya, agar di masa tua nanti kamu dapat hidup nyaman dan tentu saja mencapai kebebasan finansial alias freedom money.

Untuk itu, yuk terapkan tiga cara hidup hemat ini agar masa tuamu bahagia. Bagaimana caranya? Langsung simak aja di bawah ini:

1. Menggunakan teori 50/20/30

Teori 50/20/30 merupakan sebuah teori yang dipopulerkan oleh seorang pakar keuangan sekaligus profesor asal Harvard, Amerika Serikat yaitu Elizabeth Warren.

Teori tersebut menyarankan kamu untuk membagi penghasilan ke tiga pos yaitu:

Jadi untuk gaya hidup kamu hanya memiliki bujet 30 persen dari penghasilan. Misalnya, gaji per bulanmu Rp 10 juta. Maka Rp 3 juta merupakan dana maksimal yang bisa kamu gunakan untuk belanja, nongkrong hingga jalan-jalan.

Dengan begitu, kamu tetap bisa gaul tapi urusan investasi dan menabung terus berjalan. Asik dan gak memberatkan bukan?

2. Membuat daftar kebutuhan

Ingat ya, kebutuhan bukan keinginan. Kalau keinginan tentu banyak sekali yang bakal kamu beli. Tapi ujung-ujungnya, uang keburu ludes. Karena itu, kamu perlu membuat daftar kebutuhan dan kalau bisa juga menekan pengeluarannya.

Gimana caranya?

Langkah pertama, kamu perlu mengecek apa saja barang yang sudah dan akan habis. Tak lupa untuk menuliskan juga perkiraan harga untuk barang-barang tersebut.

Nah, kalau sekiranya ada barang yang bisa diisi ulang. Gak perlu beli baru. Karena lumayan banget kamu jadi bisa menghemat beberapa ribu rupiah.

Setuju kan beda selisih harga ratusan rupiah tetap saja namanya penghematan yang nantinya bisa kamu alokasikan ke pengeluaran yang lain.

3. Hindari kartu kredit, gunakan uang tunai

Sering dengar kasus orang jual harta benda karena terlilit utang? Nah, masalah itu terjadi karena mereka menggunakan kartu kredit untuk hal-hal yang tidak penting.

Misalnya membayar tagihan makanan bareng sama teman-teman dengan berhutang. Uangnya bukan dialihkan ke tempat yang aman untuk membayar tagihan kartu kredit tapi malah untuk beli jajanan lagi. Itu bukan hal terbaik dalam cara hidup hemat.

Ujung-ujungnya kaget saat datang tagihan karena utang lebih besar dibanding penghasilanmu. Gak ada pilihan lain, kamu hanya mampu bayar minimum payment. Kejadian tersebut terus berulang hingga akhirnya kamu terjerat utang.

4 Tips Jitu Membeli Rumah untuk Kamu yang Berkantong Pas-pasan

uang-elektronik
Uang Elektronik

Dari sekian banyak impian generasi milenial pasti ada yang pengin membeli rumah sendiri. Selain bisa lebih mandiri, impian tersebut juga bisa menjadi tanda kesuksesan mereka yang udah banting tulang bekerja dari pagi sampai malam. 

Bukan karena gajinya gede, melainkan karena mereka bisa mengelola segala kebutuhan secara cepat dan tepat. Penasaran gimana caranya membeli murah?

Yuk, ketahui langsung tips jitu membeli rumah untuk kamu para milenial yang punya uang terbatas di sini:

1.  Menabung dan berinvestasi

Syarat paling penting bagi generasi milenial yang pengin beli rumah dengan bujet pas-pasan adalah menabung serta bernvestasi. Sebetulnya, tips ini juga berlaku buat siapapun yang pengin kaya raya.

Pasalnya, sebesar apapun pendapatan kamu bila gak ada dana yang dialokasikan untuk kedua hal ini bakal terbuang secara sia-sia. Entah itu untuk belanja, hiburan ataupun menjalankan hobi. 

2.  Maksimalkan fasilitas KPR jangka panjang

Dari dulu pasti kita mengenal tentang fasilitas Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang disediakan beberapa bank Tanah Air untuk membeli rumah. Ada baiknya kamu memanfaatkan layanan itu sebagai cara mencicil rumah kalau belum punya cukup uang.

Biasanya pihak bank bakal memberikan durasi cicilan yang lumayan panjang mulai dari 20 hingga 30 tahun untuk kamu yang berusia muda.

Program tersebut emang dibuat untuk membantu masyarakat Indonesia yang memiliki pemasukan yang terbilang gak terlalu besar.

3.Manfaatkan membeli rumah baru sebagai kontrakan

Kalau kamu mengalami kesulitan selama mencicil rumah bisa mencoba mengontrakkannya kepada orang lain. Jadi gak perlu dihuni langsung, kamu bisa menggunakan rumah yang udah ada untuk tinggal sementara.

Sedangkan uang cicilan yang didapat dari kontrakan digunakan untuk menutup kekurangan cicilan tersebut. Enaknya lagi sih, kalau ada lebih, bisa buat uang jajan tambahan kamu.

4.  Meriset harga sebelum membeli rumah

Bukan cuma riset sebelum beli barang online saja, kamu juga wajib mengetahui harga pasaran rumah yang berada di lokasi tempat tinggal kamu nantinya.

Tujuannya, agar kamu gak rugi ataupun ketipu sama harga beli hunian tersebut. Gak sedikit orang zaman sekarang yang pernah mengalami kejadian serupa lho!

Karena itu, sebelum menandatangani kontrak perjanjian kamu harus melakukan survei terlebih dahulu.

Perhatikan 3 Hal Ini Saat Ajukan Dana Pinjaman Online

uang-digital
Uang Digital

Hati-hati buat kamu yang lagi mencari dana pinjaman online. Pasalnya, peminjaman ilegal masih ditemukan dan jumlahnya cukup banyak. Tentu aja keberadaan penyedia pinjaman ilegal ini kudu diwaspadai. Sebab tindak tanduknya bisa merugikan banyak orang.

Satgas Waspada OJK pun memberi imbauan kepada masyarakat buat selalu mewaspadai keberadaan pemberi peminjaman ilegal. Sebelum-sebelumnya, OJK pun udah merilis daftar pemberi pinjaman yang terdaftar alias legal yang keamanannya telah dijamin OJK.

Tidak hanya daftar pemberi pinjaman legal, OJK juga telah menindak 73 aplikasi yang gak terdaftar sama sekali. OJK sendiri sejauh ini telah menghentikan 144 pemberi pinjaman online, termasuk P2P lending.

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK selalu memperbarui siapa aja penyelenggara financial technology (fintech) yang melakukan kegiatan pemberian pinjaman secara resmi. Sejauh ini jumlah yang tercatat telah mencapai 99 fintech

Selain memerhatikan daftar perusahaan yang menyediakan dana pinjaman online yang dirilis OJK, ada beberapa hal lainnya yang perlu kamu perhatikan saat hendak mengajukan pinjaman online. Apa aja? Cari tahu dalam ulasan berikut ini.

1. Ada review positif yang diberikan ke perusahaan penyedia dana

Biasanya kalau orang-orang yang mendapat pinjaman puas dengan layanan penyedia pinjaman, mereka bakal memberi review positif. Review dari mereka tersebut bisa kamu temukan di Play Store di mana aplikasi pinjaman tersebut di-download.

2. Bunga yang dipatok penyedia dana pinjaman dalam besaran yang wajar

Jangan buru-buru ajukan dana pinjaman karena prosesnya yang mudah. Gak jarang di balik segala kemudahan tersebut, tersembunyi bunga pinjaman bernilai besar.

Sayangnya, OJK gak bisa ikut campur dalam urusan pengaturan besaran bunga ini. Makanya kamu perlu selektif dalam memilih pinjaman dengan membandingkan besaran bunga pinjaman yang satu dengan bunga pinjaman lainnya.

3. Telepon dengan tujuan memverifikasi

Penyedia dana pinjaman online yang benar akan menelepon kamu dengan tujuan memverifikasi data-data dalam aplikasi pengajuan. Hati-hati dengan penyedia peminjaman yang sering menelepon cuma buat menawarkan pinjaman. Bisa jadi itu penyedia pinjaman ilegal.Nah, itu tadi daftar penyedia peminjaman online resmi yang terdaftar OJK dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat ajukan pinjaman. Semoga informasi di atas bermanfaat ya! 

Mau Bebas Utang di Usia Muda ? Ikuti 3 Cara ini!

uang-digital
Uang Digital

Masih muda tapi banyak utang? Pusing gak kalau kamu terlilit banyak utang? Nah, ada nih cara-caranya agar kamu bebas utang dan kondisi keuangan kamu lancar alias bebas utang.

Sejatinya utang emang gak bakal terlepas bagi orang-orang jaman sekarang. Baik yang muda maupun tua pasti mau gak mau memiliki utang.

Kini ada nih caranya buat kamu yang muda gak terlilit utang. Sebelumnya kami udah sering banget nih membahas gimana caranya gak banyak utang. Namun, kali ini mungkin aja bisa membantu kondisi keuangan mu jauh lebih baik. Yuk, kita simak tips bebas utang di bawah ini:

Perencanaan keuangan itu penting sekali

Saat kamu udah memiliki penghasilan sendiri penting nih untuk merencanakan keuangan kamu. Hal ini merupakan kunci agar kamu bisa sukses dan jauh dari hutang. Lakukan perencaan biar kamu bisa mencapai tujuan keuangan yang sehat. Pertimbangkan segala sesuatunya ketika menggunakan uang. Cara ini dijamin sih bisa bikin kamu bebas utang.

Bikin susunan skala prioritas buat setiap cicilan kamu secara rinci. Udah gitu kamu mesti disiplin nih saat memiliki cicilan tiap bulannya hingga utang kamu lunas.

Bikin batasan belanja yang jelas

Ketika kamu pengin bebas utang, mau gak mau mesti memiliki batasan saat berbelanjaan. Jangan sampai kamu “jor-joran” saat mengeluarkan uang usai gajian atau dari tabungan.

Bikin batasan yang jelas, misalkan ketika pergi ke pusat perbelanjaan usahakan jangan membawa kartu kredit. Ketika kamu membawa kartu kredit yang namanya keinginan buat belanja pasti besar banget nih.

Bawa uang secukupnya atau kartu debit aja, dengan demikian kamu pasti mikir-mikir nih buat belanja.

Memiliki dana darurat

Lagi-lagi dana darurat, kami udah sering banget nih membahas perihal yang satu ini. Kegunaan dana tak terduga dijamin sangat membantu kamu dalam mengatur keuangan.

Fungsi dana mendadak sangat membantu ketika kamu mengalami sakit atau hal-hal yang gak diinginkan. Buat kamu yang masih bujang sangat perlu nih memiliki dana mendesak. Baik itu berupa deposito maupun reksa dana.

4 Tips Agar Dana THR Gak Ludes Sekejap

uang-digital
Uang Digital

Menjelang Idul Fitri, para pegawai maupun pekerja akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).

THR akan dicairkan perusahaan menjelang hari tersebut tiba, akan tetapi, banyak yang tak mampu menahan nasfu untuk membelanjakan atau menghabiskan dana THR.

Hasilnya, uang THR langsung habis seketika dan tak bersisa setelah hari raya. Inilah beberapa tips yang bisa kalian gunakan jika ingin dana THR tak habis seketika.

1. Amankan Budget Pasca Lebaran

Setelah mendapatkan dana THR, maka yang hal utama yang harus dilakukan adalah mengamankan kebutuhan pasca lebaran.

Sebab, lebaran pada tahun ini akan jatuh di awal bukan, perlu strategi khusus agar tak kebobolan dalam hal keuangan.

Ada beberapa pos pengeluaran yang disiapkan, seperti budget rutin mulai dari makan sehari-hari, uang transport, SPP dan jajan anak, listrik, air, cicilan kredit.

2. Sisihkan Investasi atau Tabungan

dana THR juga sebaiknya disisihkan untuk tabungan atau investasi, selain menambah aset, pos ini juga bisa menambah dana cadangan berupa uang digital.

Sekecil apapun itu, sebaiknya tetap disisihkan min 10% utk ditabung atau invest. Selain memang sebagai dana cadangan, hal ini untuk membentuk kebiasaan baik dalam mengelola uang.

3. Tentukan Estimasi Kebutuhan Lebaran

Dana THR memang diperlukan sebagai dana kebutuhan selama lebaran, akan tetapi lebih baik diatur dengan baik dan dibuatkan estimasi kebutuhan.

Sesuai judulnya yaitu Tunjangan Hari Raya, maka memang peruntukan dana tersebut adalah untuk kebutuhan lebaran. Agar aman buatlah estimasi kebutuhan dan pengeluaran, serta tandai mana yang benar-benar perlu dan dibutuhkan dan mana yang bisa ditunda.

4. Disiplin Pada Rencana dan Jangan Pamer

Dalam masa lebaran kebutuhan keluarga pasti akan meningkat, dengan itu disiplin pada rencana keuangan sangat diperlukan dengan baik.

Disiplinlah dengan rencana dan budget yang sudah dibuat. Utamakan pengeluaran utk hal-hal yang bersifat prioritas, jgn lupa untuk mengamankan budget pasca lebaran lebih dulu.

Ketika berlebaran apalagi yang mudik ke kampung tidak perlu saling pamer dan sok-sokan banyak gaya, karena dapat berimbas kita membelanjakan uang lebih boros.

Punya Cicilan Kartu Kredit ? Atasi Dengan 3 Cara Ini !

Uang Digital

Banyak orang yang masih ragu punya cicilan kartu kredit. Alasannya sih mereka gak mau diliputi rasa khawatir akan pembayarannya. Bisa dimengerti sih kenapa ada orang yang punya pikiran kayak gitu.

Terkadang rasa khawatir juga dirasakan para pengguna layanan kredit. Beragam pertanyaan merongrong pikiran mereka.  Nah, buat kamu yang adalah pengguna kartu dan merasa khawatir dengan cicilan yang harus dibayarkan, ada beberapa cara nih yang perlu kamu tahu dalam mengatasi hal tersebut, seperti apa cara-caranya? Yuk, disimak di bawah ini:

1. Jadwalkan pembayaran cicilan kartu kredit dan jadikan prioritas

Pembayaran cicilan itu jangan ditunda-tunda. Begitu ada uang langsung aja dibayarkan daripada nanti kehabisan uang lalu bingung gimana bayarnya. Ujung-ujungnya cicilannya jadi tertunggak deh.

Makanya jadwalkan deh kapan cicilan mau dibayarkan. Paling mudah sih saat menerima gaji, segera bayar secara penuh cicilannya. Pastikan tanggal gajian jatuh sebelum tanggal jatuh tempo.

Dengan begitu, ketika kamu terima gaji terus membayar cicilan, gak ada deh tuh cerita telat bayar. Pembayaran bisa lancar dan cicilan pun tidak ada yang menunggak.

2. Kalau gak langsung bayar pakai gaji yang diperoleh, manfaatkan dana tabungan

Menabung itu emang kasih banyak keuntungan. Salah satunya adalah bisa menjadi dana pembayaran cicilan kartu kredit. Hal ini bisa dilakukan asalkan kamu berada dalam situasi di mana gajimu telah habis terpakai.

Namun, bukan berarti selanjutnya kamu harus menggunakan tabungan terus ya untuk membayar cicilan. Terus-terusan dipakai bisa bikin saldo tabungan habis nantinya. Sebab penggunaan dana tabungan itu ditujukan buat hal-hal yang urgen.

Selain itu, tabungan yang telah terpakai harus diisi kembali agar nantinya bisa dipergunakan buat keperluan-keperluan lainnya.

3. Selalu pastikan total cicilan selama sebulan gak melewati dari 30% gaji

Dalam artikel-artikel sebelumnya, kami selalu mengimbau agar kredit atau utang sebisa mungkin jangan lebih dari 30% gaji selama sebulan. Sebab kondisi yang melebihi 30% bisa bikin kondisi keuangan gak sehat nantinya.

Makanya pastikan selalu besaran tagihan yang kamu tanggung selama sebulan gak lebih dari 30 persen gaji. Kamu bisa mencatat setiap pengeluaran yang ditransaksikan dengan kredit supaya tahu sampai batas mana pemakaian kartu.

Walaupun ada limitnya, kamu bukan berarti menjadikannya sebagai acuan pemakaian. Emangnya kamu mau bayar cicilan sesuai limit yang Rp 10 juta padahal idealnya cuma Rp 3 juta?

3 Tips Nyusun Budget Ramadhan Dengan Tepat

Uang Digital

Bulan Ramadhan telah tiba, layar televisi pun sudah tayang iklan-iklan berbagai produk untuk Ramadhan. Bulan yang paling spesial bagi umat muslim ini memiliki berbagai keistimewaan.

Lucunya, telah menjadi sebuah tradisi jika bulan Ramadhan tiba, maka pengeluaran dan kebutuhan akan terus melonjak, ditambah lagi harga kebutuhan pokok akan meningkat. Berikut adalah tips menentukan budget Ramadhan

1. Susun Budget Ramadhan

Menyusun budget keluarga untuk satu bulan penuh akan sangat membantu guna mengontrol berbagai kebutuhan, termasuk pengeluaran yang rutin dan tidak rutin.

Untuk pengeluaran rutin, biasanya akan dikeluarkan secara pasti. Diantaranya pembayaran tagihan, seperti listrik, air, hingga telepon, maupun entertainment dan belanja kebutuhan keluarga.

Pengeluaran utang atau cicilan, pos ini penting dialokasikan dengan cemat. Agar saat kebutuhan biaya meningkat, pos cicilan tetap terpenuhi dengan aman. Mulai dari cicilan rumah, kendaraan, hingga kartu kredit. Tetapi ingat pos ini tidak boleh melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan.

Investasi, salah satu pos penting ini juga tak boleh dilewatkan, jangan sampai kebutuhan meningkat, pos investasi jadi terabaikan, atau anggaran investasi dialihkan demi konsumsi.

Sediakan dana investasi sebesar 10 persen dari penghasilan setiap bulan, tentunya disesuaikan dengan  rencana keuangan setiap bulan.

Kemudian, yang tak kalah penting adalah menyiapkan dana darurat. Dana ini digunakan sebagai cadangan apabila ada kebutuhan biaya yang tak terdua, seperti sakit, atau kebutuhan mendesak.

2. Atur Alokasi Uang THR

Tunjangan Hari Raya (THR) tentu menjadi budget ramadhan tambahan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tetapi banyak yang terjebak dengan mengutamakan konsumtif semata, agar tak hilang begitu saja, susun alokasi uang THR setelah Ramadhan.

Dana THR bisa digunakan untuk investasi, atau pembayaran zakat, infaq, dan sedekah dalam satu tahun.

Alokasikan juga uang THR sebagian masuk kedalam pos biaya tak terduga.

3. Belanja Kebutuhan dengan Bijak

Setelah menentukan budget Ramadhan, tentu harus konsisten akan apa yang sudah disusun dan jangan keluar dari garis yang sudah ditetapkan.

Belanja kebutuhan Ramadhan juga bisa disiapkan dari saat ini, dimana harga kebutuhan pokok masih stabil dan terjangkau.

Mulai dari kebutuhan sehari-hari, hingga kebutuhan Lebaran nanti, dengan itu pos keuangan yang disiapkan akan sesuai budget anggaran keluarga.

3 Rekomendasi Pinjaman Tanpa BI Checking yang Aman!

uang-digital
Uang Digital

Meminjam uang sering kali menjadi pilihan banyak orang yang membutuhkan dana cepat. Salah satunya adalah untuk belanja kebutuhan bahan makanan buat puasa.

Ya, jelang bulan Ramadan banyak orang yang berbondong-bondong berbelanja untuk stok bahan makanan. Tujuannya sih biar gak ribet belanja bahan makanan lagi untuk membuat hidangan sahur dan berbuka puasa.

Nah, untuk kamu yang sedang mencari pinjaman tanpa BI checking, kali ini kami  ingin memberikan beberapa rekomendasi yang pasti aman, mudah dan bisa dipercaya.

Apa saja? Berikut ini lima di antaranya.

1. Tunai Kita

Tunai Kita menawarkan dua jenis pinjaman yaitu Sakti dan Fast dengan limit pinjaman mulai dari 1 juta rupiah hingga Rp 5 juta dan tenor hingga 30 hari.

Selain itu, kamu juga akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 15 ribu sampai Rp 35 ribu serta biaya jasa harian sebesar 0,95 persen per hari. Jika kamu telat bayar, makan akan dibebankan denda Rp 5.000 hingga Rp 20 ribu per hari.

2. Pinjam Yuk

Jika ingin meminjam uang di Pinjam Yuk, kamu hanya perlu mengisi form pengajuan pinjaman yang ada di aplikasi. Setelah itu, kamu akan diminta untuk menunggu proses audit yang berlangsung maksimal dua jam. Setelah itu dana akan langsung cair, paling lambat 24 jam.

Layanan ini menawarkan limit pinjaman mulai dari 600 ribu rupiah sampai Rp 1,2 juta dan tenor 7 sampai 14 hari.

Layanan ini juga menggunakan sistem diskonto yaitu pembayaran harus langsung dilunasi dan dikenakan biaya layanan sebesar 14 persen dari jumlah pinjaman. Jika terlambat bayar, maka akan dikenakan biaya keterlambatan sebesar 40 ribu di hari pertama ditambah dengan denda harian senilai 1 persen. Denda keesokan harinya akan menjadi 1 persen dari limit pinjaman.

3. Pinjaman tanpa BI Checking, UangMe

Tempat pinjaman tanpa BI checking selanjutnya yang bisa kamu pilih adalah UangMe. Uang Me menawarkan pinjaman dari 400 ribu hingga Rp 4 juta dengan tenor 3 sampai 4 bulan.

Bunga yang dipatok yaitu sekitar 0,07 persen dengan biaya layanan sebesar 0,2 persen per hari. Kedua biaya tersebut kemudian akan diakumulasikan dan dibayar bersama dengan angsuran bulanan.